zsQgAzdhmPtumQuAPtdandxGZGJaQiajT5XrCluR

Baterai Kuantum Digadang Jadi Sumber Daya Komputer Super Masa Depan

Baterai Kuantum Digadang Jadi Sumber Daya Komputer Super Masa Depan
Ilustrasi. Baterai kuantum digadang jadi sumber daya komputer super masa depan. (Dok. REUTERS)

PAKARINFO.CO.ID — Sejumlah ilmuwan dari Australia dan Jepang mengajukan konsep baru komputer kuantum yang ditenagai baterai kuantum.

Inovasi ini dinilai berpotensi mendorong performa komputer masa depan menjadi lebih cepat, lebih stabil, sekaligus jauh lebih efisien dalam penggunaan energi.

Gagasan tersebut dipaparkan dalam studi teoretis yang dipublikasikan di jurnal Physical Review X.

Dalam penelitian itu, tim menunjukkan bagaimana baterai kuantum berukuran mikro dapat menjadi sumber daya internal komputer kuantum dan meningkatkan kapasitas qubit hingga empat kali lipat.

Hal ini disampaikan oleh Organisasi Penelitian Ilmiah dan Industri Persemakmuran Australia (CSIRO) melalui keterangan resminya pada Kamis (29/12026).

Menurut peneliti CSIRO sekaligus penulis studi, James Quach, pendekatan ini memungkinkan sistem komputer kuantum menggunakan energi secara jauh lebih efisien.

Baterai kuantum yang tertanam di dalam sistem mampu mendaur ulang energi selama proses komputasi berlangsung.

“Baterai kuantum berukuran kecil namun sangat bertenaga,” tutur Quach.

Ia menjelaskan bahwa konsep ini membawa komputer kuantum selangkah lebih dekat menjadi solusi nyata atas persoalan energi, pendinginan, dan kebutuhan infrastruktur yang selama ini menjadi hambatan utama.

Dengan adanya baterai kuantum, komputer kuantum diibaratkan memiliki “tangki bahan bakar” internal yang dapat mengisi ulang dayanya sendiri saat beroperasi.

Komputer kuantum dikenal mengandalkan prinsip fisika kuantum untuk memecahkan persoalan kompleks di berbagai bidang, mulai dari komputasi, kesehatan, energi, keuangan, hingga komunikasi.

Namun, teknologi ini masih menghadapi tantangan besar, terutama dalam menjaga kondisi kuantum yang sangat sensitif.

Saat ini, sistem pendingin kriogenik berukuran besar dan boros energi masih diperlukan, disertai perangkat elektronik bersuhu ruang yang kompleks.

Kondisi tersebut menjadi penghambat utama dalam peningkatan skala komputer kuantum, termasuk pertumbuhan jumlah qubit dan kesiapan menuju komersialisasi.

Dalam konteks ini, baterai kuantum menawarkan pendekatan berbeda.

Perangkat tersebut menyimpan energi berbasis cahaya dan dapat diisi ulang hanya dengan paparan cahaya.

Ketika diintegrasikan ke dalam komputer kuantum, baterai ini bahkan dapat diisi ulang oleh komponen mesin itu sendiri.

“Kami telah menghitung bahwa sistem yang dioperasikan dengan baterai kuantum akan menghasilkan panas yang jauh lebih rendah, membutuhkan komponen kabel yang lebih sedikit, dan mampu menampung lebih banyak qubit dalam ukuran ruang fisik yang sama, semua itu merupakan langkah penting menuju pengembangan komputer kuantum yang praktis dan dapat ditingkatkan skalanya,” urai Quach.

Temuan ini memperkuat optimisme bahwa komputer kuantum di masa depan tidak hanya lebih bertenaga, tetapi juga lebih ramah energi dan siap diimplementasikan secara luas.

maxslot88

Related Posts
Hammad Hendra
Kontributor konten di jaringan ekosistem media online Pewarta Network.

Related Posts