zsQgAzdhmPtumQuAPtdandxGZGJaQiajT5XrCluR

Anemia Aplastik, Penyakit Langka yang Disorot Usai Wafatnya Istri Pesulap Merah

Ilustrasi. Anemia Aplastik, penyakit langka yang disorot usai wafatnya istri Pesulap Merah. (Dok. Halodoc)

PAKARINFO.CO.ID — Kepergian Tika Mega Lestari, istri pesulap Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah, memantik perhatian publik terhadap Anemia Aplastik, penyakit langka yang tergolong serius dan mengancam nyawa.

Kondisi ini berbeda jauh dari anemia pada umumnya yang kerap disebabkan kekurangan zat besi.

Anemia Aplastik merupakan gangguan medis ketika sumsum tulang yang berfungsi sebagai “pabrik” pembentuk darah mengalami kegagalan produksi.

Akibatnya, tubuh tidak mampu menghasilkan sel darah baru yang dibutuhkan untuk menopang fungsi vital manusia.

Gagal produksi tiga sel darah sekaligus

Pada Anemia Aplastik, penderita mengalami kondisi yang disebut pansitopenia, yakni penurunan tiga jenis sel darah secara bersamaan.

  • Pertama, kekurangan sel darah merah (eritrosit) menyebabkan distribusi oksigen terganggu. Kondisi ini memicu kelelahan berat, napas pendek, hingga wajah tampak pucat.
  • Kedua, rendahnya sel darah putih (leukosit) membuat daya tahan tubuh melemah drastis. Pasien menjadi sangat rentan terhadap infeksi, bahkan infeksi ringan berpotensi berakibat fatal.
  • Ketiga, menurunnya keping darah (trombosit) mengganggu proses pembekuan darah, sehingga penderita mudah mengalami memar, gusi berdarah, atau perdarahan yang sulit dihentikan.

Penyebab dan risiko mematikan

Dalam banyak kasus, Anemia Aplastik dipicu oleh gangguan autoimun, ketika sistem kekebalan tubuh justru menyerang sel induk di sumsum tulang.

Selain itu, sejumlah faktor lain juga diduga berperan, seperti paparan bahan kimia beracun (benzena atau pestisida), penggunaan obat-obatan tertentu termasuk kemoterapi, infeksi virus seperti hepatitis dan Epstein-Barr, serta faktor genetik meski jarang terjadi.

Penyakit ini dikategorikan sebagai kondisi kritis.

Tanpa penanganan intensif, risiko kematian akibat infeksi berat atau perdarahan hebat, termasuk perdarahan otak, sangat tinggi.

Penanganan dan kewaspadaan dini

Meski bukan termasuk kanker darah seperti leukemia, Anemia Aplastik sering memerlukan metode pengobatan yang serupa.

Penanganan dapat meliputi transfusi darah rutin, terapi imunosupresif, hingga transplantasi sumsum tulang, tergantung tingkat keparahan kondisi pasien.

Masyarakat diimbau untuk lebih waspada terhadap gejala awal seperti mudah lelah ekstrem, lebam tanpa sebab yang jelas, atau perdarahan tidak normal.

Jika tanda-tanda tersebut muncul, pemeriksaan ke dokter spesialis hematologi sangat disarankan untuk diagnosis dan penanganan sedini mungkin.

Related Posts
Terbaru Lebih lama
Hammad Hendra
Kontributor konten di jaringan ekosistem media online Pewarta Network.

Related Posts