zsQgAzdhmPtumQuAPtdandxGZGJaQiajT5XrCluR

Tantangan UMKM 2025 Kian Kompleks, PNM Tekankan Pendampingan Bukan Sekadar Modal

Tantangan UMKM 2025 Kian Kompleks, PNM Tekankan Pendampingan Bukan Sekadar Modal

PAKARINFO.CO.ID — Tantangan yang dihadapi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sepanjang 2025 terbukti semakin beragam.

Persoalan yang muncul tidak lagi sebatas keterbatasan modal, melainkan juga menyangkut kemampuan mengelola usaha, strategi pemasaran, hingga rendahnya literasi keuangan yang masih dialami banyak pelaku usaha di lapangan.

Kondisi tersebut membuat dukungan pembiayaan semata dinilai belum cukup untuk mendorong UMKM tumbuh secara berkelanjutan.

Diperlukan pendekatan yang lebih menyeluruh agar pelaku usaha mampu memanfaatkan pembiayaan secara optimal dan bertahan menghadapi dinamika ekonomi.

PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menilai penguatan pemberdayaan menjadi kunci dalam penyaluran pembiayaan sepanjang 2025, khususnya bagi pelaku usaha ultra mikro. Fokus ini diarahkan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat.

“PNM tidak hanya memberikan pembiayaan, tetapi juga mendampingi nasabah agar mampu mengelola usaha secara lebih mandiri dan berkelanjutan. Kami percaya, penguatan kapasitas, literasi, dan ekosistem usaha akan menciptakan dampak sosial yang jauh lebih besar dalam jangka panjang,” ujar Sekretaris Perusahaan PNM L. Dodot Patria Ary, Rabu (31/12/2025).

Menurut PNM, pemberdayaan berperan penting agar pembiayaan yang diterima pelaku usaha dapat digunakan secara produktif. Dengan pendampingan yang tepat, UMKM diharapkan mampu mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Sejumlah program pun dirancang dengan mengombinasikan dukungan finansial dan penguatan kapasitas. Salah satunya adalah program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar), yang menyasar ibu rumah tangga dan perempuan prasejahtera, terutama di wilayah pedesaan dan daerah tertinggal. Program ini menerapkan pendekatan berbasis kelompok, disertai pendampingan rutin, pelatihan kewirausahaan, serta edukasi literasi keuangan.

Selain Mekaar, PNM juga menjalankan program Kampung Madani yang hingga 2025 telah hadir di 20 titik di berbagai daerah.

Program ini menjangkau 4.603 warga, termasuk nasabah Mekaar, anggota keluarga, dan masyarakat sekitar, dengan fokus pada penguatan ekosistem usaha lokal.

Dalam implementasinya, Kampung Madani menggunakan pendekatan klasterisasi usaha. Sepanjang 2025, tercatat sebanyak 539 kegiatan klasterisasi diikuti lebih dari 10.000 nasabah.

Melalui pola ini, pelaku UMKM dikelompokkan berdasarkan jenis usaha agar tercipta kolaborasi, peningkatan kapasitas produksi, serta perluasan akses pasar.

PNM juga aktif menggelar kegiatan literasi keuangan dan literasi usaha. Sepanjang 2025, terdapat 66 kegiatan yang menjangkau lebih dari 38.000 nasabah.

Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam mengelola keuangan, menyusun perencanaan usaha, serta memanfaatkan peluang pasar, termasuk pasar digital yang kian berkembang.

Dampak sosial dari berbagai program pemberdayaan tersebut mulai terlihat di tingkat komunitas. Riset BRI Research Institute (2024) mencatat ketahanan keuangan nasabah Mekaar mengalami peningkatan signifikan, dari yang sebelumnya hanya mampu bertahan satu hingga dua minggu menjadi satu hingga dua bulan setelah memperoleh pembiayaan dan pendampingan.

Peningkatan peran ekonomi perempuan juga dinilai membawa pengaruh positif terhadap kesejahteraan keluarga, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga pendidikan anak dan kesehatan.

Di sisi lain, pendekatan klasterisasi dan literasi usaha turut mendorong tumbuhnya solidaritas sosial serta memperkuat kemandirian ekonomi di tingkat lokal.

sutra88

Related Posts
Bram Edo
Content creator & digital mediapreneur based on Batu City, East Java, Indonesia. Visit my official website on www.bramedo.com.

Related Posts